Sabtu, 27 Mei 2017

Monyet (Monkey)

intermezo



PENGALAMAN

Wisata alam di Semarang yang terkenal dengan banyaknya Monyet atau Monkey yakni wisata alam tersebut bernama Goa Kreo. Pengalaman Saya saat ke wisata alam tersebut rasanya menyenangkan, melelahkan, menegangkan bahkan menakutkan. Tau kenapa? 

Hal menyenangkan adalah karena dapat menikmati indahnya panorama alam yang ada di Wisata alam Goa Kreo. 



Namun, juga melelahkan guys. Harus melewati beberapa anak tangga untuk sampai di jembatan dan lanjut ke tempat goa landak juga goa lainnya. Dan lebih serunya lagi adalah hal yang menegangkan hingga menakutkan. Apa itu? 

Yaa... diikuti Monyet bahkan diserang alias dengan cepat  monyet dapat mengambil makanan dan minuman yang Pengunjung bawa. Nahloh, ngeri gak tuh? 😂😒 Berikut terdapat video Saya saat menjadi kameramen. Dimana monyet tiba-tiba mengikuti Saya;


Detik-detik Kameramen di Ikuti Monyet


Nah, Saya ada beberapa tips buat para Pembaca nih. Saat berkunjung ke tempat-tempat wisata Alam Monyet atau monkey;
  • Gak perlu bawa makanan atau minuman banyak-banyak. Kalaupun bawa sedikit saja, dan diletakkan di dalam tas yang terdalam ya guys. Lebih bagusnya lagi gak usah bawa guys. Karena monyet penciumannya tajem.Walaupun gak keliatan. alias ada di dalem tas. Jangan kaget kalau tiba-tiba diikutin si Monyet. Seperti Saya itu (di video). Gampang kalau mau makan atau minum di warung yang sudah disediakan aja guys. InshaAllah aman. Karena yang punya warung ibarat pawangnya monyet guys, haha...  
  • Kalaupun bawa tas ransel atau sebagainya jangan tebel-tebel ya guys. Justru menarik perhatian si Monyet. Dan jangan pernah ninggalin sesuatu di motor yangmana, mudah dijangkau oleh si monyet. Bisa-bisa di acak-acak guys sama si monyet. Lebih bagusnya lagi gak usah bawa tas guys.😁
  • Gak usah sok ramah sama monkey ya guys. Senyum-senyum ngeliatin gigi. Karena bagi si monkey itu justru seperti menantang buat berantem. 
  • Tangan jangan genggam ya guys. Biasa aja terbuka. Karena jika tangan pengunjung menggenggam dikira bawa makanan atau minuman guys.
Udah gitu aja sih guys... semoga bermanfaat ya. Barakallah...


Minggu, 21 Mei 2017

Demam Berdarah (DBD)




"Ingat Sehat sebelum Sakit"

Kata-kata tersebut sangat bermakna. Dimana, mengingatkan Kita akan nikmat Sehat. Pokoknya udah seperti lagu yang dinyanyiin Marcell deh kau tak akan terganti..... asiik.. Nah, kali ini Saya akan membahas mengenai Demam Berdarah (DBD) nih guys. 

Apa itu DBD?
yakni penyakit yang disebabkan oleh virus. Ditularkan oleh nyamuk Aedes kepada manusia. 

Guys, ini nih ciri-ciri nyamuk Aedes:
  • Badannya jelas kecil dari Manusia
  • Nyamuk berwarna hitam
  • terdapat bintik-bintik putih pada Nyamuk
Kurang lebihnya si gitu guys,,, WASPADA Ya !!!

Nah, berikut ini Tips Pencegahan dari adanya Nyamuk DBD guys;








Menguras, termasuk dalam menjaga kebersihan ya guys. Baik itu bak mandi maupun ember. Hal ini untuk mencegah nyamuk Aedes berkembangbiak di dalamnya. 


Bisa juga loh guys, dengan memasukan ikan cupang kedalam bak air mandi. Fungsinya untuk mengurangi dan mencegah nyamuk Aedes berkembang biak didalamnya. Alias jadi santapan si cupang tuh guys. Tapi, untuk hal satu ini, jarang ada yang melakukan. 😁 






Setelah menguras bak mandi, jangan lupa untuk menutupnya  ya guys. Cara satu ini cukup efektif loh guys untuk mengurangi dan mencegah nyamuk Aedes berkembang biak.
Tutup juga bak sampah ya guys. Selain menjaga kebersihan juga kesehatan. Sehingga, nyamuk Aedes tidak dapat berkembang biak. 💓


Kemudian, tak lupa untuk mengemasi barang-barang bekas dalam artian sudah tidak terpakai lagi untuk ditimbun atau menguburnya kedalam tanah ya guys..
seperti;
  • Pakaian yang sudah tidak di pakai, ditimbun ke dalam tanah. atau apabila masih bagus dan layak pakai. Berikan kepada orang yang masih membutuhkan. Berbagi itu indah 😇
  • Alat masak atau bahan-bahan pembungkus makanan yang sudah tidak lagi dipakai bisa dikubur ke dalam tanah. Agar tidak menjadi sarang nyamuk. Alangkah lebih baiknya lagi dibudidayakan, didaur ulang menjadi hal-hal yang lebih bermanfaat lagi. aamiin...



contoh kreativitas dari barang bekas nih guys... Keren kan? 👍😊




Lanjut pada ciri-ciri atau gejala seseorang terserang Demam Berdarah (DBD):



Bagaimana sih langkah-langkah penanganannya?
Berikut ini tips penyembuhan demam berdarah;





Apabila sudah melakukan penangan awal seperti pada gambar di atas, Namun, masih mengalami panas dingin yang tak kuncung sembuh. Dan terdapat bintik merah yangmana apabila di tekan bintik merah masih terlihat atau tidak hilang. Maka langsung di priksakan ya... agar di tangani secara medis. Setelah itu, berikut ini bahan-bahan alami yang bisa di konsumsi untuk meningkatkan trombosit guys;
  • Buah jambu biji. Bisa dimakan langsung atau di jus. Hati-hati jangan terlalu banyak mengkonsumsi biji jambu bijinya ya guys. Rutin ya guys. usahakan diberi jarak waktu antara minum obat dan mengkonsumsi buah jambu biji. Dimaksudkan agar proses kerja obat dan buah bekerja secara maksimal.
  • Rebusan air daun pepaya juga ampuh nih guys.
  • Sari kurma yang mengandung sari buah jambu biji guys. Bisa di konsumsi kapan aja guys. (sebelum makan, sesudah makan, dicampur makanan/minuman).


Rabu, 17 Mei 2017

Makalah Manajemen Blog







MANAJEMEN BLOG

Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Teknologi Komunikasi dan Informasi
Dosen Pengampu: Muhammad Chodzirin, M.Kom


Disusun Oleh:
Ika Fatmalasari                        (1401016007)
Dhiajeng Auliana Art              (1401016010)
Alfanita Nur Mukhlisoh          (1401016021)


FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG

2017










I.              PENDAHULUAN
Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi informasi yang berkembang saat ini, salah satunya adalah blog yang merupakan salah satu situs di internet.Padahal, blog telah menjadi media alternatif yang semakin populer di internet. Blog tidak hanya digunakan sebagai buku harian, namun telah diterapkan untuk periklanan, berita, media informasi.[1] Adapula yang menggunakannya sebagai media Bisnis, Seni, Film, dan lain sebagainya, tergantung pada yang menggunakannya. Dalam hal ini blog sebagai aplikasi web bisa sangat luas artinya dan sangat luas juga fungsinya.
Blog adalah singkatan dari weblog. Blog yakni jenis situs web yang dikembangkan dan dikelola oleh individu dengan mengunakan perangkat lunak (software) online atau Platform host yang sangat mudah pengguna,dengan ruang untuk menulis. Blog menampilkan publikasi online instan dan mengajak publik untuk membaca dan memberikan umpan balik sebagai komentar.[2]


II.           RUMUSAN MASALAH
1.    Apa pengertian manajemen blog?
2.    Apa saja manfaat dari manajemen blog?
3.    Siapa yang menjadi sasaran dalam manajemen blog?
4.    Apa saja fungsi dari manajemen blog?
5.    Bagaimana memanajemen blog?


III.        PEMBAHASAN
1.      Pengertian
Manajemen dilihat dari bahasanya berasal dari bahasa Inggris management. Semula bahasa Italia manaj(iare), bersumber dari bahasa latin mamis, artinya tangan. Management atau Manaj(iare), berarti memimpin, membimbing dan mengatur. Sedangkan, definisi menurut Henry Fayol mengenai manajemen ialah proses menginterpretasikan, mengkoordinasikan sumber daya, sumber dana dan sumber-sumber lainnya untuk mencapai tujuan dan sasaran melalui tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan penilaian.[3]
Blog adalah bentuk aplikasi web. Pada dasarnya merupakan bagian dari situs website yang dapat diakses secara online yang memiliki fungsi utama yakni memuat tulisan-tulisan, video, musik dan gambar (dimuat dalam posting) pada setiap halaman web. Blog biasanya dikelola oleh pengguna tunggal (sebagian lainnya oleh beberapa penulis) dibuat sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.[4]
Dalam hal ini, dapat disimpulkan manajemen blog merupakan pengaturan atau pengelolaan terhadap karya, bisnis maupun tulisan oleh pengguna blog yang di publikasikan secara online di dalam blog yangmana, bertujuan untuk mengajak publik untuk membaca maupun membeli produk yang di tampilkan dan memberikan umpan balik sebagai komentar.
2.      Manfaat
Berikut ini adalah macam-macam manfaat yang dapat diperoleh dalam manajemen blog, yakni;
1.      Membantu untuk merancang strategi melalui pendekatan yang lebih sistematis, rasional, dan efektif.
2.      Mendapatkan hasil yang maksimal melalui proses yang menyeluruh.
3.      Memudahkan kita untuk menyajikan sesuatu, baik karya sendiri, karangan maupun produk.[5]
4.      Melatih dan mengembangkan kreativitas dan inovatif seorang blogger.
  
3.      Sasaran
Terkait dengan manajemen blog sasaran yang dituju adalah pengunjung blog. Karena, dengan hal itu dapat diketahui seberapa populer, seberapa bermanfaat dan seberapa peminatnya, blog yang telah Anda buat untuk para pengunjung blog atau pengguna internet.
4.      Fungsi
Berikut ini adalah fungsinya;
1.      Perencanaan (Planning)
Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan, menetapkan tujuan dan target, merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target, serta menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan.
2.      Mendesain
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan kemudian didesain sebaik mungkin yangmana bertujuan untuk menarik pengunjung dan juga tentunya bermanfaat.
3.      Pengawasan (Controling) dan Pengendalian
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi. Kemudian, mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan, mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan, kesalahan maupun kekurangan yang mungkin ditemukan,melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target.
5.      Memanajemen Blog
Berikut ini ada beberapa langkah-langkah dalam memanajemen blog;
1.      Fokus pada tujuan khususnya bagi para pemula membuat blog yakni bagaimana caranya membuat artikel yang bagus yang bermanfaat dan sering banyak di cari pengguna di internet. Bukan sekedar memikirkan cara menghasilkan uang dengan cepat melalui blog.
2.      Topik pembahasan, yakni pilihlah tema yang sesuai dengan skill yang Anda miliki sehingga, menjadi mudah untuk membuat maupun menyusunnya, tidak merasa membebankan. Dalam topic pembahasan usahakan untuk tidak membahas berbagai topik karena, sangat sulit untuk menaikkan sebuah peringkat web Anda di google.
3.      Memilih tampilan blog (template), buatlah tampilan semenarik mungkin, dan jangan sampai Anda merubah rubah tampilan blog di saat anda sudah mulai berjalan membuat artikel, apalagi kalo artikel sudah banyak. Karena akan berdampak buruk pada peringkat artikel Anda. Tetap fokus pada tujuan dan topik.
4.      Bersifat konsisten, yakni konsisten dan keteraturan dalam membuat postingan artikel. Jika kita tidak konsisten, google mungkin mengenal situs kita cuma sekilas saja. Sedangkan, blogger se-dunia itu jumlahnya jutaan. Jadi, Google akan lebih kenal dengan situs web yang sering konsisten membuat postingan artikel tersebut. Logikanya di dalam suatu pekerjaan dalam bekerja di perusahaan, perusahaan tersebut pun butuh beberapa karyawan yang kerjanya bagus, rajin dan konsisten. Jadi atasan pihak managger perusahaan tempat kita kerja pun akan lebih kenal dengan kita yang rajin, kerjanya bagus, serta konsisten dalam bekerja. Intinya begitu jikalau di jabarkan dalam kegiatan kehidupan sehari hari.
5.      Hiraukan trafik blog bagi pemula, karena berdampak pada semangat Anda dalam membuat blog. Tetaplah fokus membuat artikel terlebih dahulu, yang bagus dan berkualitas serta bermanfaat, jangan fikirkan trafik dulu.


IV.        KESIMPULAN
Manajemen blog merupakan pengaturan atau pengelolaan terhadap karya, bisnis maupun tulisan oleh pengguna blog yang di publikasikan secara online di dalam blog yangmana, bertujuan untuk mengajak publik untuk membaca maupun membeli produk yang di tampilkan dan memberikan umpan balik sebagai komentar. Dalah hal ini terdapat manfaat yang dapat diperoleh yakni; membantu untuk merancang strategi melalui pendekatan yang lebih sistematis, rasional, dan efektif; mendapatkan hasil yang maksimal melalui proses yang menyeluruh; memudahkan kita untuk menyajikan sesuatu, baik karya sendiri, karangan maupun produk, melatih dan mengembangkan kreativitas dan inovatif seorang blogger. Sasarannya ialah para pengunjung blog atau pengguna internet.
Kemudian, fungsi dari manajemen blog antara lain; perencanaan (Planning), desain dan pengawasan (Controling) serta pengendalian. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam memanajemen blog yakni; fokus pada tujuan, fokus pada satu topik pembahasan, memilih tampilan blog (template) buatlah tampilan semenarik mungkin, bersifat konsisten juga teratur, dan terakhir hiraukan trafik blog bagi pemula.




DAFTAR PUSTAKA
Rachmad Hakim S.Cara Cerdas Mengelola Blog.Media Komputindo.
Gween Solomon,lynne Scrum,Web 2.0 Panduan bagi para pendidik.Jakarta:PT indekx,2011)
Totok Djurot. Manajemen Penerbitan Pers.2004.Bandung:PT.Remaja Rosdakarya
http://www.solozine.com/2013/10/apa-itu-blog-sejarah-fungsi-dan-cara.html (diakses pada tanggal 7 Mei 2017 pukul 10.00 WIB)
https://www.sayanda.com/pengertian-manajemen/ (diakses pada tanggal 7 Mei 2017 pukul 10.00 WIB)





[1] Rachmad Hakim S.Cara Cerdas Mengelola Blog.Media Komputindo.
[2] Gween Solomon, lynne Scrum, Web 2.0 Panduan bagi para pendidik (Jakarta : PT indekx, 2011) hlm. 15
[3] Totok Djurot. Manajemen Penerbitan Pers.2004.Bandung:PT.Remaja Rosdakarya
[4] http://www.solozine.com/2013/10/apa-itu-blog-sejarah-fungsi-dan-cara.html
[5] https://www.sayanda.com/pengertian-manajemen/

Rabu, 10 Mei 2017

Makalah Kualitas dan Kreativitas Konselor



KUALITAS PENDIDIKAN DAN KREATIVITAS KONSELOR
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Bimbingan Konseling Individu
Dosen Pengampu: Widayat Mintarsih, M. Pd.


Disusun Oleh:
Alfanita Nur Mukhlisoh          (1401016021)


FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG

2017







I.              PENDAHULUAN
Secara fungsional, bimbingan dan konseling sangat signifikan sebagai salah satu upaya pendidikan untuk  membentuk individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap-tahap perkembangan dan tuntutan lingkungan (Wibowo, 2003 : 76). Pengertian pendidikan dikemukakan oleh beberapa ahli, pendidikan adalah “usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.” (Sahertian (2000:1) dan pendidikan merupakan usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan, baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan kebudayaan (Ihsan; 1996 : 1).Secara konseptual, pendidikan masyarakat adalah model penyelenggaraan pendidikan yang bertumpu pada prinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat”.
Quraish Shihab mengartikan kualitas sebagai tingkat baik buruk sesuatu atau mutu sesuatu.[1]Kualitas atau mutu pendidikan adalah kemampuan lembaga dan sistem pendidikan dalam memberdayakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kualitas yang sesuai dengan harapan atau tujuan pendidikan melalui proses pendidikan yang efektif. Dimana, pendidikan yang berkualitas yakni pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Menurut Yufiarti kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru yang sebelumnya belum ada untuk menciptakan ide baru atau menggabungkan sesuatu hingga menjadi produk baru.[2] Dalam kreativitas tentu manusia memiliki karakteristik atau ciri unik tersendiri. Kreativitas pada diri Manusia perlu diasah dan dikembangkan agar menjadi profesional.

II.           RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu kualitas pendidikan?
2.      Bagaimana cara meningkatkan kualitas pendidikan?
3.      Apa saja karakteristik kreativitas yang dimiliki konselor?
4.      Bagaimana posisi kreativitas dalam proses konseling?

III.        PEMBAHASAN
1.    Pengertian Kualitas Pendidikan
Secara etimologi, mutu atau kualitas diartikan dengan kenaikan tingkatan menuju suatu perbaikan atau kemapanan. Sebab kualitas mengandung makna bobot atau tinggi rendahnya sesuatu. Jadi, dalam hal ini kualitas pendidikan adalah pelaksanaan pendidikan disuatu lembaga, sampai dimana pendidikan di lembaga tersebut telah mencapai suatu keberhasilan.[3]
Kualitas konselor adalah criteria keunggulan termasuk pribadi, pengetahuan, wawasan, keterampilan dan nilai-nilai yang dimilikinya yang akan memudahkannya dalam menjalankan proses konseling sehingga mencapai tujuan dengan berhasil (efektif).
Salah satu kualitas yang jarang dibicarakan adalah kualitas pribadi konselor. Kualitas pribadi konselor adalah kriteria yang menyangkut segala aspek kepribadian yang amat penting dan menentukan keefektifan konselor jika dibandingkan dengan pendidikan dan latihan yang ia peroleh.
Jay Haley (1971) mengemukakan kualitas pribadi konselor sesuai dengan penelitiannya yaitu: fleksibilitas ialah mampu mengubah pandangan secara realistic dan bukan mengubah kenyataan, tidak memaksakan pendapat yakni mau mendengarkan dengan sabar terhadap orang lain.
Munson (1961) dan Mills Cs (1960) mengemukakan dua karakteristik penting yang menentukan kualitas pribadi konselor yakni; konselor adalah yang memiliki kebutuhan untuk menjadi pemelihara dan konselor harus memiliki intuisi serta penetrasi psikologis yang baik. Artinya, dalam menghadapi klien, ia cepat menangkap makna tersirat dari perilaku klien yang tampak dan yang terselubung misalnya makna suatu gerakan kepala, getaran suara, getaran bahu, cara duduk, dan sebagainya, dapat ditangkap maknanya dengan cepat oleh konselor sehingga mampu memberikan keterampilan teknik yang antisipatif dan bermakna bagi membantu perkembangan klien. Dengan kata lain, konselor memahami bahasa badan atau perilaku nonverbal klien.[4]

2.    Cara Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Menurut Tilaar (1990: 187), bukan saja bagi para professional, juga bagi masyarakat luas pun terdapat suatu gerakan yang menginginkan adanya perubahan sekarang juga dalam hal usaha peningkatan mutu atau kualitas pendidikan.Dengan melihat keadaan mutu pendidikan yang rendah, maka telah diupayakan usaha-usaha dalam meningkatkan mutu pendidikan.Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan sasaran sentralnya yang dibenahi adalah mutu guru dan mutu pendidikan guru (Zamroni, 2001:51), antara lain:
1)      Membentuk Teacher Meeting
Dimana teacher meeting dapat diartikan dengan pertemuan atau rapat guru yang merupakan salah satu teknik supervisi dalam rangka usaha memperbaiki situasi belajar mengajar di sekolah.Tujuan dari Teacher Meeting ini adalah menyatukan pendapat-pendapat tentang metode kerja yang akan membawa mereka bersama ke arah pencapaian tujuan pengajaran yang maksimal dan membantu guru, baik secara individu maupun secara bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, menganalisa problem-problem mereka, perkembangan pribadi dan jabatan mereka.
2)   Mengikuti Penataran
Penataran merupakan salah satu saran yang tepat untuk meningkatkan mutu guru terutama dalam hal kemampuan profesionalisme. Seperti yang diungkapkan Djumhur dan Moch Surya dalam bukunya yang berjudul “Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah”: Penataran adalah usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan mutu guru dan pegawai guna menyelaraskan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kemampuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidangnya masing-masing (Djumhur,1975:115). Kegiatan penataran tersebut dimaksudkan untuk mempertinggi mutu petugas dalam bidang profesinya masing-masing dan mningkatkan efisiensi kerja menuju ke arah tercapainya hasil.
3)      Mengadakan Lokakarya atau Workshop
Lokakarya atau Workshop merupakan suatu kegiatan pendidikan “in-service” dalam rangka pengembangan profesionalisme tenaga-tenaga kependidikan (Ametembun, 1981: 103)

3.    Karakteristik Kreativitas yang Dimiliki Konselor
Menurut Piers;
1.    Penuh percaya diri
2.    Toleran terhadap ambiguitas
3.    Senang humor
4.    Memiliki ketekunan yang tinggi (Nashori,54)
Menurut Torens;
1.    Tekun dan tidak mudah bosan
2.    Percaya diri dan mandiri
3.    Berani mengambil risiko[5]
Mengenai peran humor bahwa humor dianggap oleh umum mempunyai kekuatan efektif untuk membantu klien jika digunakan konselor. Namun, hal ini amat sedikit bukti penelitiannya. Hasil penelitian Labrentz (disertasi; 1973), membuktikan dengan data bahwa rasa humor konselor amat membantu perubahan perilaku klien yang mengganggu.
Namun, ada tiga observasi mengenai penggunaan humor oleh konselor dalam situasi konseling. Pertama, penggunaan humor mungkin untuk menutup rasa permusuhan, jadi destruktif hasilnya. Kedua, humor sebagai perangsang untuk menggairahkan klien. Ketiga, penggunaan humor mungkin bisa menurunkan kecemasan, stress jadi berfungsi adaptif.
Menurut Rogers (1942), aspek-aspek kepribadian konselor yang penting dalam hubungan konseling adalah; empati, respek, menerima, menghargai, memahami, dan jujur. Bahkan rogers mengatakan bahwa kepribadian lebih daripada teknik.
Secara umum jika berangkat dari berbagai pendapat dari penelitian para pakar, maka dapat disimpulkan khususnya untuk kondisi Indonesia, bahwa karakteristik kepribadian konselor adalah:
1.    Beriman, bertaqwa
2.    Menyenangi manusia
3.    Komunikator terampi, pendengar yang baik
4.    Memiliki ilmu dan wawasan tentang manusia, social-budaya; merupakannarasumber yang kompeten
5.    Flexible, tenang dan sabar
6.    Menguasai keterampilan teknik, memiliki intuisi
7.    Memahami etika profesi
8.    Respek, jujur, menghargai, tidak menilai
9.    Empati, memahami, menerima, hangat, bersahabat
10.  Fasilitator, motivator
11.  Emosi stabil, pikiran jernih, cepat dan mampu
12.  Konsisten, tanggung jawab.
Ada beberapa latihan khusus untuk membentuk kepribadian konselor yaitu melatihkan sifat-sifat (atribut) konselor yang dibutuhkan klien agar dalam hubungan konseling, konselor menjadi efektif untuk mencapai tujuan konseling.
1.    Latihan empati
2.    Kehangatan (warmth)
3.    Penghargaan Positif yakni menghargai apa saja yang bernilai pada diri klien, tanpa syarat dan Respect
4.    Konkrit dan Spesifik
5.    Keterbukaan Diri (self disclosure)
6.    Mengendalikan kecemasan atau memperbaiki kondisi dengan rencana
7.    Aspek Intelektual, perlunya latihan intuisi atau kecerdasan untuk segera dan merefletif mengambil informasi yang ada dalam perilaku nonverbal dan verbal. Kemudian, perlu pula latihan sikap flexibel atau menahan emosi.
8.    Pola Komunikasi Konselor, yakni terdapat tiga pola komunikasi baik yang dilakukan anggota masyarakat maupun dalam hubungan konseling antara lain; komunikasi dengan tingkat keterlibatan konselor amat rendah, komunikasi dengan tingkat keterlibatan berlebihan dan komunikasi yang mengacaukan hubungan konseling.[6]
4. Posisi Kreativitas dalam Proses Konseling
Dalam proses konseling, pemikiran kreatif adalah amat penting baik terhadap konselor maupun klien. Konselor harus mendengarkan dengan aktif terhadap klien dan memperhatikan kata-katanya dengan cermat dan tepat yang disampaikan klien dengan sadar. Berdasarkan informasi yang disampaikan klien, konselor kemudian memunculkan definisi-definisi alternative dari problem yang dikemukakan dan memberikan alternative-alternative solusi, membantu memutuskan suatu cara tindakan klien dan memunculkan alternative interpretasi dari hasil yang mungkin terhadap perilaku yang diharapkan. Yang kritis adalah mengembangkan pemahaman-pemahaman baru klien yaitu dengan berbagai skill, kualitas pribadi konselor, dimensi-dimensi wawasan dan teori-teori konseling. Hal-hal ini mungkin bisa dikembangkan pertama sekali melalui upaya yang disadari. Ketika diserap dan dipraktekkan, pengetahuan ini mungkin preconsius dan Inconscius serta dipanggil kembali jika dibutuhkan dalam sesi-sesi konseling.
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas, maka konselor yang efektif bukan sama sekali Karena sihir atau sulap tetapi adalah karena hasil kerja yang bertahun-tahun melalui studi sistematik dalam profesi konseling digabungkan dengan pengalaman-pengalaman melalui observasi dan mendengarkan beragam-ragam klien di dalam kantor (setting) formal dan jalanan (informal).
Klien  datang dengan permasalahan yang belum mampu ia pecahkan, bahkan kadang-kadang masih samar-samar tapi menekan. Klien harus dapat mengemukakan ide-ide dan fakta-fakta secara sadar.Tapi, ia sering tak dapat me-reorganisasi-nya menjadi suatu kesatuan yang dapat dimanfaatkan. Tugas konselor adalah membantu klien menguji hal-hal yang disadari atau tidak disadari dan membantu klien untuk menampilkan respon-respon yang lebih kreatif untuk kehidupannya. Muncullah ide-ide dan respon-respon baru tergantung kepada kreativitas konselor yang kaya dengan alternatif-alternatif.
Contoh: Mengambil Keputusan
Klien biasanya datang meminta bantuan karena mereka mempunyai hal-hal yang harus diputuskannya karena adanya konflik. Disamping itu mereka datang karena mengalami hambatan dalam perilaku, pemikiran dan perasaan. Juga berkonsultasi untuk menemukan upaya-upaya terbaik dalam mengembangkan dirinya agar potensinya teraktualisasikan dan tidak mubazir.
Klien sering mempunyai persoalan-persoalan yang tak terselesaikan dan kebutuhan-kebutuhan untuk meluaskan perspektif, meninggalkan pola-pola perilaku lama, mengembangkan perilaku baru serta memilih alternatif-alternatif yang terbaik.
Tugas konselor adalah upaya untuk membangkitkan alternatif-alternatif, membantu klien menghilangkan pola-pola lama yang tak baik memudahkan terjadinya proses pengambilan keputusan dan menemukan solusi-solusi yang mengarah untuk memecahkan masalah. Terutama pada tahap awal konseling dapat member keuntungan untuk mengambil keputusan, karena di tahap ini konselor bersama klien dapat mendefinisikan masalah klien.
Secara sistematik,dari tahap awal itu dikembangkan ke tahap berikut (pertengahan dan akhir) yaitu: (1) melalui dengan mendefinisikan masalah, (2) meneruskan dengan membangkitkan alternatif-alternatif dari definisi masalah, (3) menyimpulkan dan menyeleksi suatu alternatif dalam bentuk tindakan klien dan implementasinya.[7]
Efektivitas Konselor dan Wawancara Konseling yangmana proses konseling yang intensional (mendalam) dan efektif akan membantu klien untuk berkembang secara optimal. Sebaliknya, jika proses konseling berjalan tidak efektif dan kurang mendalam, maka sudah dapat dipastikan akan gagal mencapai tujuan dan bahkan dapat merusak klien.
Menurut hasil penelitian Hadley dan Stuup (976) factor-factor penyebab yang bisa merusak klien adalah:
(1)     Konselor terlalu dalam menggali klien atau melampaui batas toleransi yangmana cenderung terlalu terburu-buru dan menekan pribadi klien. Contoh tentang usia, seks dan sebagainya.
(2)     Konselor terlalu hati-hati dalam menggali klien sehingga inti masalah atau isu sentral tak pernah tersinggung oleh konselor, yakni kehati-hatian konselor karena kurangnya teknik atau lemah dalam memahami etika konseling. Mungkin pula kepribadian konselor kurang mantap atau cenderung tidak stabil, jadi tak mampu menggali klien.
(3)     Aplikasi Teknik, diman konselor terlampau percaya diri karena merasa mengetahui banyak mengenai apa saja tentang teknik konseling. Padahal kurang terampil menggunakan teknik-teknik konseling. Dan mungkin mampu menggunakan teknik yang baik namun kurang tepat dalam menggunakannya terhadap klien.
(4)     Hubungan konseling seperti; konselor terlalu banyak atau rapport, terjadi transferensi dan countransferensi. Hal tersebut dapat terjadi disebabkan karena kurangnya respek atau penghargaan terhadap klien, konselor gagal mengarahkan klien untuk memilih pengalaman, konselor terlalu bersemangat menyerang self-defenses klien dan egoistik konselor terlalu besar (kesombongan ilmiah-scientific arrogance).
(5)     Masalah komunikasi yakni; ketidakmampuan konselor untuk berkomunikasi dengan jelas dan tidak mampu menangkap apa yang dikatakan klien,serta konselor gagal mengenali generalisasi dan distorsi (penyimpangan).
(6)     Fokus, dalam hal ini terdapat masalah seperti; konselor gagal membuat fokus masalah atau mengembangkan isu sentral, kadang-kadang fokus tidak ada atau kebanyakan membuat fokus yang sempit dan kaku dengan topik tunggal, terdapat fokus yang eksklusif tentang klien akan tetapi mengabaikan konteks lingkungan dan social-budaya, hasil wawancara konselor dengan klien merupakan hasil kekurangan pengertian dan kelemahan struktur konseling.
(7)     Kelemahan konselor antara lain; konselor terikat pada teori sendiri sehingga gagal melihat pendekatan lain yang mungkin lebih efektif, kesalahan proses konseling berasal dari perilaku konselor, penafsiran konselor tidak cermat sehingga tidak menjangkau kebutuhan dan sensitivitas klien dan konselor tidak mempunyai beragam alternatif, sehingga tidak mampu merespon perilaku klien yang beragam.
Jadi, konselor yang efektif mempunyai kemampuan melihat bagaimana keadaan klien saat ini dan dapat memilih intervensi yang sesuai (strategi dan teknik). Untk menunjang kemampuan dan keterampilan konselor perlu kepribadian yang empati. Empati merupakan kunci menjadikan hubungan konseling berkualitas.[8]

  
IV.        KESIMPULAN
Kualitas pendidikan adalah pelaksanaan pendidikan disuatu lembaga, sampai dimana pendidikan di lembaga tersebut telah mencapai suatu keberhasilan. Peningkatkan mutu pendidikan sasaran sentralnya yang dibenahi adalah mutu guru dan mutu pendidikan guruantara lain membentuk meeting, Mengikuti Penataran atau usaha pendidikan dan pengalaman untuk meningkatkan mutu dan pegawai guna menyelaraskan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kemampuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidangnya masing-masing. Serta Mengadakan Lokakarya atau Workshop, dalam rangka pengembangan profesionalisme tenaga-tenaga kependidikan. Karakteristik kreativitas pada konselor menurut Piers dan Torens antara lain; penuh percaya diri, toleran terhadap ambiguitas, senang humor, memiliki ketekunan yang tinggi, tekun dan tidak mudah bosan, percaya diri dan mandiri, berani mengambil risiko. Oleh karena itu, konselor yang efektif mempunyai kemampuan melihat bagaimana keadaan klien saat ini dan dapat memilih intervensi yang sesuai (strategi dan teknik). Untk menunjang kemampuan dan keterampilan konselor perlu kepribadian yang empati. Empati merupakan kunci menjadikan hubungan konseling berkualitas.

V.           PENUTUP
Demikian makalah Bimbingan Konseling Individu tentang ”kualitas pendidikan dan kreativitas konselor.”Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu Saya mengharapkan kritik dan saran demi kebaikan makalah selanjutnya. Namun, Saya tetap berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.


DAFTAR PUSTAKA
Mohammad Ali dan Mohammad Asrori. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik.Jakarta:PT Bumi Aksara.2004.hlm 53
Quraish Shihab.Membumikan Al-Quran,Mizan, Bandung; 1999; 280
Yufiarti.Mengembangkan Kreativitas Anak Sekolah Dasar.Jakarta:Fasilitator, Edisi IV.2003.
Wilis, Sofyan S. Konseling Individu Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta. 2014.




[1]QuraishShihab. Membumikan Al-Quran, Mizan, Bandung, 1999: 280
[2]Yufiarti.Mengembangkan Kreativitas Anak Sekolah Dasar.Jakarta:Fasilitator, Edisi IV.2003. hlm.44
[3]JurnalIlmuPendidikanMutuPendidikanSekolahDasar Di Daerah Diseminasioleh A. Supriyanto, November 1997, Jilid 4, IKIP, 1997: 225
[4]Sofyan Wilis S. Konseling Individu Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta. 2014.hlm.79-80
[5]Mohammad Ali dan Mohammad Asrori. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik.Jakarta:PT Bumi Aksara.2004.hlm 53
[6]SofyanWilis S. Konseling Individu Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta. 2014.hlm.84-106
[7]Ibid, hlm.136-138
[8]Ibid, hlm. 143-145